Selasa, 26 Februari 2013 - 11:29:21 WIB
Logo Keuskupan Agung Jakarta
Diposting oleh : Heribertus Eric Wagolebo
Kategori: Simbol Rohani - Dibaca: 3226 kali

FILOSOFI SINGKAT

LOGO KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

Berawal pada 8 Mei 1807, Paus Pius VII menetapkan Pastor Jacobus Nelissen, imam diosesan, sebagai Prefek Apostolik Batavia. Dalam perjalanan waktu, status Perfektur Apostolik diubah menjadi Vikariat Apostolik, dan akhirnya menjadi Keuskupan Agung Jakarta (KAJ, 1961).

Setelah lebih dari 200 tahun dalam peziarahan, kini terciptalah Logo Keuskupan Agung Jakarta, menandai sejarah perjalanannya  sekaligus memperlihatkan spiritualitas, identitas, dan cita-cita.

Bentuk lingkaran adalah kebersamaan yang utuh, bulat di dalam Roh-Nya sebagai Gereja.  Warna-warni logo (merah, kuning, biru, putih) memperlihatkan sifat damai, hangat, jernih, harapan, gembira, teguh, murni, terbuka, sejuk.

Salib, cahaya, tongkat, domba, bunga kelapa, lidah api, stilir tubuh manusia, bulatan, tangan yang menggenggam hati, angka 1807, mengungkapkan nilai-nilai luhur, ajaran iman Kristiani dan injili, tradisi sehat, konteks Keuskupan Agung Jakarta.

Keseluruhannya menekankan cara hidup, pelayanan, dan  spiritualitas Yesus Kristus. Hal itu diungkapkan dalam motto: “Gembala Baik dan Murah Hati”. Menjadi pemersatu keberagaman Jakarta sekaligus  jalan (teladan) kasih yang tanpa batas dari Allah kepada segenap ciptaan-Nya, yang masih berziarah di dunia ini dalam bimbingan Roh-Nya.

Logo ini menjadi identitas, penanda, dan pengingat  kita semua, angggota Gereja Keuskupan Agung Jakarta, akan panggilan suci untuk semakin mencintai dan melayani ciptaan-Nya dalam situasi nyata.

 

DOA GEMBALA BAIK DAN MURAH HATI

“Ya, Tritunggal Mahakudus, kami bersyukur atas setiap anugerah-Mu,

terutama atas panggilan suci kami untuk  mengikuti teladan-Mu

menjadi “Gembala Baik dan Murah Hati”.

Bimbinglah kami agar mampu dan mau bekerjasama dengan semua orang  yang berkehendak baik

untuk mengusahakan hidup yang semakin berkenan padaMu.

Dengan pengantaraan Tuhan Yesus, Sang Gembala Baik yang sejati dan Mahamurah hati,

 kami haturkan kepada-Mu semua yang ada pada kami. Amin”

(Imprimatur: Vikjen KAJ, RD Y. Subagyo)

 

(sumber: www.kaj.or.id)